Category Archives: stagnasi

-26 prajurit. terlena-

Apalagi yang kupunya selain kata,
Sarana tunggal mencapai makna?
Tapi terkadang tak cukup aksara
mencakup, menerjemahkan; rasa…

26 prajurit tanpa daya, terpaku
Seketika bisu saat asa membeku
Perahu ini sekaligus belenggu
Bungkam anganku dan tumpul jiwaku

Semakin tipis sabarku di sandiwara akbar ini.
Aku ini mengejar mimpi, bukan pundi-pundi.
Sudah saatnya berhenti sembunyi,
tegakkan kepala dan berpindah sekoci.

Mari.

-27 Oktober 2009-

-istirahat di tempat : GRAK!-

Langkah ini sejenak terhenti.

Terlalu nyaman memang istirahat ini.

Melenaku saja,

nyalakan satu bara meski redupkan bara lain.

Tapi, lelah juga berdiri.

Statis yang hanya antarkan redupnya sinar mata.

Tumbuhkan ragu diri dan tanda tanya

dan sesekali jatuhkan aku…

dan sudah saatnya melangkah lagi ternyata!

…akankah istirahat senyaman ini di tempat lain?

-13 Januari 2007-

-kompromi-

ternyata kata cuma kumpulan aksara
saling bersisian dalam konfigurasinya
tanpa asosiasi dan tanpa makna
tetap tak mampu sampaikan rasa
tetap lumpuh ketika harus salurkan asa

sedari tadi hati dan otakku mencoba susun dua puluh enam aksara yang tersedia supaya bisa sampaikan apa yang kurasa.
tapi rupanya mereka berbeda bahasa.

maaf jika untuk bincang-bincang kali ini aku cuma mampu tawarkan sunyi.
otak dan hatiku belum mampu kompromi.