Category Archives: sinar

-Kamu, tentang dia-

Kamu bicara tentang makhluk yang berdiam di hatimu
Senantiasa
Tentang bagaimana hatimu kini penuh sesak olehnya, dan tak ada lagi ruang untuk menampung gelisah

Kamu bicara tentang makhluk yang bayangnya tercermin di matamu
Selalu
Tentang bagaimana matanya selalu lapar akan kamu, dan tak ada lagi daya inginmu berlari darinya

Kamu bicara tentang makhluk yang menapak bersisian denganmu
Setiap waktu
Tentang bagaimana langit menjadi selalu teduh, dan hari tak pernah lagi terlalu berat untuk dijalani

Kamu terus bicara

Mendongeng dengan merdu sehingga bintang malam itu tergoda turut mendengar sembari bermain di matamu
Melagukan asa sehingga bulan malam itu tergetar untuk terangi jalanmu menujunya
Rasanya mereka mengagumi dirimu yang sedang bercerita,
sama seperti bagaimana kamu mengagumi dia yang menjadi obyek kisahmu

Aku berharap satu : semoga saat ini dia bicara tentang kamu sebagaimana kamu bicara tentang dia.

-jatuh cinta-

Aku jatuh cinta pada setiap tetes air mata langit, yang terpantul pada kerasnya aspal sebelum lalu binasa…
Juga pada cinta semesta yang terikut bersamanya

Aku jatuh cinta pada gigihnya geliat sang surya, yang menyelisip diantara saput gumpal mega…
Juga pada janji untuk kembali esok harinya

—rasanya kurang adil apabila saya tidak menampilkan juga puisi teman saya yang manis ini, yang menjadi pemicunya. Puisi ini bagian dari serangkaian puisi berantai di komunitas Boendel Kata.

Aku jatuh cinta pd langit gelap yg sesekali menyala, dan jalanan basah yg memantulkan redup lampu merah kuning.. Juga pdmu yg hilang di dlmnya..

-hening pagi-

Ingin kubeku ruang ini di detik-detik ia tersapa pagi
Selisip sinar mentari, dan mataku yang berupaya sembunyi
Sisa-sisa malam yang masih tergantung di ujung jemari
Bulan yang enggan beranjak dan hening yang tak mau pergi
Ingin kubiarkan waktu pergi berlari mengabaikanku disini
Atau mungkin ia sudi turut rebah bersandar di sisi?
Luruhkan semua hias dunia hingga yang tersisa cuma diri.

-old friends & new beginnings-

sepuluh ribu kunang-kunang terbang di gelap malam
Perkenalkan, kelam : ini cahaya
…Inikah bingkisan dari mentari untuk kawan yang lama tak sua?

Satu satu kunang-kunang menari bersama kelam
Sebelum cahaya kadaluwarsa, meredup lalu padam
…Inikah kenangan dari semesta untuk diri yang lama tak pendar?

-13 Oktober 2009-

*dampak terlalu sering memutar Fireflies oleh Owl City

-keluar dari Jakarta-

ternyata aku tidak merindu teknologi
remah-remah hidup yang berkedok modernisasi
rupanya cukup kopi dan roti
tertawa sambil menghirup udara pagi
cukup tangan dan kaki
untuk ajak aku selesaikan hari

rupanya tak perlu televisi
untuk temani waktu berganti

rupanya cuma butuh kalian, teman
cerminan serpih jiwa
untuk ajak aku tersenyum hari ini

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

-dan ironiskah, ketika tulisan ini diposting dari salah satu benda remah-remah teknologi? :p-

-sejuta sinar-

Sejuta berkas sinar terbias dihadapan mata
Memanjakan indera-indera
Terlalu banyak yang harus diresapi,
Hingga adakalanya hati ingin meluncur saja

Namun hidup terbentuk oleh
Segala yang meresap di jiwa
Segala yang merasuk di kalbu

Semua yang mengajak aku benam
Jauh ke dalam

Semua yang memaksa berontak
Saat diri mulai sesak

Dan aku merasa hidup.
Aku ada.
Walaupun tidak sempurna dan penuh luka,
Tapi nyata
Bisa dirasa dan dapat merasa

-circa 2005

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

-terpaku terang-

Disini terpaku oleh terang
Coba resapi kilau dunia
Terpukau dan terhanyut sinarnya
Walaupun perih di mata,
Sudahlah tak apa
Biarkan perih melanda,
Nyeri sedikit tak mengapa
Toh aku ingin resapi kilau dunia
Luka lebih besarpun aku berani!
Esok pagi kan aku tersenyum lagi,
Karena terang penuhi hari

29 Maret 2003, 00.42

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!