Category Archives: perih

-fatamorgana-

aku terpaku sadari semua cuma nyata di benakku
rasa ini mungkin cuma fatamorgana
dan kamu mungkin cuma satu orang lagi numpang permisi di kisah hidupku
namun biarlah jika memang demikian
untuk apa tangisi bulan yang sabit?
toh sebelumnya pernah purnama

suatu hari nanti semoga yang kuingat janjimu, bukan ingkarannya
suatu hari nanti semoga yang kuingat cinta, bukan kenyataannya

-sentuh aku-

Sentuh sentuh sentuh
Sentuh aku disini. Sekarang.

(ia menunjuk ke dadanya)

Ragu. Orang itu menatap saja.
Tak bicara. Hanya menatap kemana tangan menunjuk.
Perlahan ia gerakkan tangan. Menuju dadanya. Berhenti di sana.
Tak yakin harus berbuat apa. Diam saja? Bergerak?
Begini maksudmu?, tanyanya.

(ia tak berani bergerak)

Aku tak minta kau letakkan tanganmu disana.
Aku minta kau sentuh. Disini. Sekarang.
Orang itu hanya menatap lagi.
Masih tak yakin. Masih tak paham.
Aku tak mengerti, katanya.

(ia masih tak berani bergerak)

Lalu ya sudah.
Ia beranjak pergi tinggalkan tangan orang itu yang tadi di dadanya.

Cari aku kalau sudah paham tentang rasa, teriaknya tanpa menoleh.

22 Maret 2006

-sejuta sinar-

Sejuta berkas sinar terbias dihadapan mata
Memanjakan indera-indera
Terlalu banyak yang harus diresapi,
Hingga adakalanya hati ingin meluncur saja

Namun hidup terbentuk oleh
Segala yang meresap di jiwa
Segala yang merasuk di kalbu

Semua yang mengajak aku benam
Jauh ke dalam

Semua yang memaksa berontak
Saat diri mulai sesak

Dan aku merasa hidup.
Aku ada.
Walaupun tidak sempurna dan penuh luka,
Tapi nyata
Bisa dirasa dan dapat merasa

-circa 2005

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

-tak lagi sama-

Suatu waktu aku pernah datang, menawarkan segenap diri untuk disandari
Waktu berlalu dan aku tak lagi sama

Suatu waktu kau pernah berkata: jangan bebani yang kau cinta
Waktu berlalu dan kamu tak lagi sama

Suatu waktu rasa pernah hadir disini, tawarkan damai dan tenang hati
Waktu berlalu…
Dan rasa tak lagi sama

-circa 2004

-tentang kebohongan-

Mungkin kejujuran sudah tak ada harganya
Mungkin nilai-nilai sudah tak punya arti

Mungkin adalah terbaik untuk berbohong demi kebaikan
Pembodohan terhadap panca indera
Pembodohan terhadap rasa

Kebenaran yang tidak tunggal
Siap dibentuk nalarmu
Bengkokkan sedikit di sini di sana
Hingga nyatamu, nyataku : satu

Bodohi sedikit dirimu
Yang penting kan kau tersenyum
Bodohi sedikit diriku
Yang penting kan aku tersenyum

Mari bergenggam tangan
Kita bangun mahligai diatas dataran ini
Mari bersama bangun mimpi
Meski terbodohi…
Sedikit…

29 November 2003