Category Archives: #nasibbudakkorporasi

-reality bites-

meminjam sebuah judul film untuk posting kali ini, perbincangan hari ini dengan seorang kawan lama menggelitik unsur berwarna abu-abu di kepala gue, tentang sebuah kontemplasi masa lalu, yang ternyata semakin mengkristal saat ini :

aku rindu dunia, katanya
ia bicara sambil berbaring telentang
tangan terlipat alasi kepalanya
dan matanya penuh cerminan bintang malam itu
aku rindu begini,
berbaring saja resapi semua tanpa perduli semua
lupakan deadline macet tanggung jawab dan peran.
ia bicara sambil pejamkan mata,
tersenyum sekilas ketika angin selewat lalu.
lalu ia diam tak bicara lagi…
hanya senyumnya tersisa selagi ia terbang dengan angan.
hidupi sejenak mimpi-mimpinya.
tiba-tiba ia bangkit dan berdiri, lalu berlari.
kenapa?
katanya, hidup memanggilku barusan.
mimpi bisa menunggu nanti.

-9 Februari 2008-

-sumpek-

hari berganti hari tak terhitung lagi dan dia lupa bahwa dia manusia, lupa bahwa dia berhak atas kebebasan dan waktu luang, bahwa hidup bukan cuma kerja tidur dan makan, bahwa ada emosi berjudul ceria, bahwa ada ekspresi bernama tawa.

waktu berlalu tak terekam lagi dan mereka lupa bahwa dia pernah tertawa bahwa dia pernah bahagia dan bahwa dia manusia. lalu detik demi detik berjalan meninggalkan dia, meninggalkan satu manusia yang lupa akan dirinya, meninggalkan haknya tanpa jejak untuk dijejalkan kedalam waktu semu yang disisakan oleh mereka baginya.

hari yang cuma dua mereka sebut kebebasan yang mereka berikan sehingga dia lupa bahwa sebelum itu dia punya tujuh hari yang memang ADA tanpa perlu diberikan siapa-siapa. waktu yang cuma satu jam mereka sebut istirahat yang mereka berikan sehingga dia lupa bahwa sebelum itu dia tak perlu istirahat karena tak pernah merasa lelah atau penat.

dan kini dia bahagia cukup dengan belanja atau pandangi kotak segi empat dengan gambar berjalan bersuara, puas dengan berjalan pandangi benda-benda yang tak mampu dibelinya dan tersenyum ketika bisa lelap lebih dari enam jam. dia lupa bahwa dulu ada yang namanya pertanyaan penasaran dan perjuangan, lupa bahwa ada emosi yang lebih dalam daripada tersenyum ketika keadaan menuntutnya, lupa bahwa dia manusia.

siapa yang akan mengingatkan dia ketika ternyata di dunia ini sudah tak ada lagi manusia? cuma robot-robot kota yang digerakkan tangan tak kasat mata…

-17 Maret 2007-

-RIP:inspirasi-

aduhaduhaduhaduh
lihat kanan lihat kiri sampai tak tau mau lihat kemana lagi
putar otak sana sini sampai tak tau dimana ini
di ujung sana ada orang, mungkin bisa bantu aku?
ragu datang, tapi kukibas, beranikan diri….
“…permisi, anda tau kemana inspirasi pergi?”
pandangan kosong, alis tertaut, lalu hening

ia terbahak, berdecak, lalu beranjak pergi
katanya, buat apa cari sesuatu yang tak pasti?
inspirasi tak janjikan kamu makan hari ini
…dan kerja rodi tak butuh inspirasi

-6 Januari 2007-

-penjara berdinding kaca-

joni di lantai dua puluh tiga, memandang jauh ke luar jendela. hanya langit biru menyapa ditemani awan tanpa noda.
burung-burung terbang…dan daun terbang…andai joni bisa terbang.
dinding kubikel menyempit, joni terhimpit, ingin menjerit.
lalu berdiri
lepaskan alas kaki
berlari
tabrakkan diri
kaca berserpih

terbanglah joni!

tapi..

jon, tolong sebelum jam lima nanti ke meja saya untuk diskusi

sayap joni patah lagi.
-8 Juli 2006-