Category Archives: hidup

-satu-

Terkadang memang tidak ada yang lebih mewah dari hening. Terbebas sejenak dari remah-remah teknologi dan bisingnya hari.
Terkadang memang tidak ada yang lebih nikmat dari bergumul dengan diri. Menaklukan dan mengakrabinya, sang kawan sekaligus lawan sejati.

Bebas dari distorsi. Melepas ekspektasi. Tanpa pretensi.

Terkadang memang tidak ada yang lebih meriah daripada sunyi. Bersoraklah. Cuma aku disini. Namun tidak sepi.

-old friends & new beginnings-

sepuluh ribu kunang-kunang terbang di gelap malam
Perkenalkan, kelam : ini cahaya
…Inikah bingkisan dari mentari untuk kawan yang lama tak sua?

Satu satu kunang-kunang menari bersama kelam
Sebelum cahaya kadaluwarsa, meredup lalu padam
…Inikah kenangan dari semesta untuk diri yang lama tak pendar?

-13 Oktober 2009-

*dampak terlalu sering memutar Fireflies oleh Owl City

-reality bites-

meminjam sebuah judul film untuk posting kali ini, perbincangan hari ini dengan seorang kawan lama menggelitik unsur berwarna abu-abu di kepala gue, tentang sebuah kontemplasi masa lalu, yang ternyata semakin mengkristal saat ini :

aku rindu dunia, katanya
ia bicara sambil berbaring telentang
tangan terlipat alasi kepalanya
dan matanya penuh cerminan bintang malam itu
aku rindu begini,
berbaring saja resapi semua tanpa perduli semua
lupakan deadline macet tanggung jawab dan peran.
ia bicara sambil pejamkan mata,
tersenyum sekilas ketika angin selewat lalu.
lalu ia diam tak bicara lagi…
hanya senyumnya tersisa selagi ia terbang dengan angan.
hidupi sejenak mimpi-mimpinya.
tiba-tiba ia bangkit dan berdiri, lalu berlari.
kenapa?
katanya, hidup memanggilku barusan.
mimpi bisa menunggu nanti.

-9 Februari 2008-

-terpidana senja-

iba aku pada senja yang terpidana.

yang (sesungguhnya) cuma melatari bangkubangku dan p.e.r.i.s.t.i.w.a diantaranya.

kau salahkan dia atas apa yang kau indera, sedangkan senja sendiri meluruh jingga.

berdarah atas pedih yang ia derita.

…(dan kamu tidak bertanya kenapa)

– sebuah percakapan ketika matahari sudah mulai menyerah bersinar, tanpa bermaksud mengecilkan ponirah yang sudah duluan terpidana

-23 November 2007-

-another phase of existentialism angst-

kaki ini tak mau diam, gatal telapak ingin terus jejaki tanah baru, jelajah ranah asing dan resapi setiap dekik tonjolnya.

hati ini tak rela katup, nyalang meronta harap terus alami hal baru, jamah kisah asing dan endapi setiap tawa tangisnya.

lalu mengapa setiap terbit mentari mata ini menolak menyapanya, seolah ingin sembunyi bertameng mimpi agar tak perlu terjejali rasa pahitnya hidup?

-23 November 2007-

-RIP:inspirasi-

aduhaduhaduhaduh
lihat kanan lihat kiri sampai tak tau mau lihat kemana lagi
putar otak sana sini sampai tak tau dimana ini
di ujung sana ada orang, mungkin bisa bantu aku?
ragu datang, tapi kukibas, beranikan diri….
“…permisi, anda tau kemana inspirasi pergi?”
pandangan kosong, alis tertaut, lalu hening

ia terbahak, berdecak, lalu beranjak pergi
katanya, buat apa cari sesuatu yang tak pasti?
inspirasi tak janjikan kamu makan hari ini
…dan kerja rodi tak butuh inspirasi

-6 Januari 2007-

-keluar dari Jakarta-

ternyata aku tidak merindu teknologi
remah-remah hidup yang berkedok modernisasi
rupanya cukup kopi dan roti
tertawa sambil menghirup udara pagi
cukup tangan dan kaki
untuk ajak aku selesaikan hari

rupanya tak perlu televisi
untuk temani waktu berganti

rupanya cuma butuh kalian, teman
cerminan serpih jiwa
untuk ajak aku tersenyum hari ini

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

-dan ironiskah, ketika tulisan ini diposting dari salah satu benda remah-remah teknologi? :p-

-renungan lebaran-

mungkin lebaran jadi titik balik,
pemicu untuk kembali fitrah seterusnya,
atau cuma perayaan sesaat sebelum kembali larut dalam hari biasa.
toh hari berganti dan kita tetap sama,
insan biasa yang coba temukan tempatnya di dunia.
Manusia tidak sempurna dan penuh luka,
dan begitupun saya…
Maka coba hapus lukamu, jika ada karenaku.
Kikis perlahan dendam agar lebih sempurna jiwa.
Selamat hari raya.
Selamat kembali fitri.
Meski mungkin cuma untuk satu hari.

-23 Oktober 2006-