-perempuan-

beranjak tergopoh hampiri pintu ketika terdengar tapakmu mendekat, mencoba hapus penat harimu
maka berkisahlah :
akan kudengar, seperti yang kau mau
tersenyum untuk menangmu
mencaci sumber resahmu
akan kurengkuh kau, janjikan bahwa semua baik saja
janjikan aku akan selalu di sini
lalu rembulan menjadi lonceng peraduan,
sebelum akhirnya terlelap dalam pelukmu

Mengapa kau kecewa ketika diskusi intelektual bukan lagi ranahku?
toh memang tidak pernah sejak dulu
aku perempuan, pemberi rasa nyaman
sama seperti air susu ibu ketika kau bayi dulu

– ditulis 28 Oktober 2005, dengan sedikit perubahan –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s