Monthly Archives: September 2010

-silakan makan mimpi-

Tuan datang berkedok romansa
Berjalan tegap jumawa
Dan seperti banyak laki-laki
Mahir menjual teori dan mewangi janji

…tapi lupakah tuan?

Tidak semua perempuan mudah kenyang
Duduk manis berpangku tangan
Hidup untuk tersenyum manis berdiam diri
Disuapi mimpi yang bukan miliknya sendiri

1 jendral, 26 prajurit.

Satu Jendral. 26 Prajurit. Kami berjingkat-jingkat di atas rapuhnya rasa, merangkai aksara bersinergi demi makna

Buat saya, “kata” adalah analogi yang sempurna bagi konsep “sinergi”. Ketika satu aksara “y” atau “a” berdiri sendiri, mereka kosong saja, hanya mewakili dirinya sendiri. Namun gabungkan menjadi “ya”, dan seketika menjadi sebuah kata yang menandakan persetujuan.

Maka kini saya mengajak 26 prajurit aksara untuk menari bersama, menerjemahkan hasil olahan sel abu-abu di kepala saya menjadi berbagai konfigurasi.

Silakan disambi menyeruput segelas teh hangat, mungkin juga sepotong pisang goreng.
Anggap rumah sendiri, lalu silakan menari bersama kami. 🙂