Monthly Archives: December 2005

-carpe diem-

tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
waktu berjalan…dan tiga ratus enam puluh lima hari siap dibundel jadi satu untuk diberi label ‘tahun lalu’. sama instantnya dengan dua puluh empat jam dibundel jadi satu untuk diberi label ‘kemarin’.
orang-orang kini mulai sibuk. menyimpulkan dan bertanya.
tahun lalu adalah… bagaimana tahun depan. menyimpulkan dan bertanya. ke diri sendiri dan ke orang lain. seolah-olah begitu penting. ‘kita perlu menyimpulkan kemarin, karena kita belajar dari masa lalu’, katanya. ‘kita perlu rencanakan esok, karena kita butuh pedoman’, ucapnya.
kenapa? kenapa kesampingkan hari ini? kenapa kecilkan makna ’sekarang’?

sekarang adalah pilihan. sekarang adalah tindakan. bukan angan atau kenangan.

-28 Desember 2005-

-Jakarta Siang Ini-

hari ini matahari bakar Jakarta
tanpa ampun seperti hendak balas dendam yang lama tertunda
beri sedikit rasa neraka untuk para calon penghuninya
tapi mereka cuma tertawa
katanya, aku tak takut neraka. dia ada di setiap jengkal keberadaanku.
lalu mereka kembali lagi jalani hari
menyebrang jalan dan mencari makan

… 9 desember 2005, di pusat kota Jakarta

-siapa disana-

Belum lelah nampaknya sepi bergayut di sini,
dalam beratnya pelupuk mata ia mencegahku terjaga.

Mengapa tak coba bersuara?

Tak perlu bicara, gumam pun tak apa.
Cuma ingin tahu kau masih di sana
Usik lelapku sedikit, tapi tak apa

Aku lebih suka yang nyata daripada mimpi belaka.