-hari-

dua puluh empat jam yang selalu penuh
dua puluh empat jam yang bisa jadi keruh
dua puluh empat jam yang utuh
satu hari lagi lewat namun ternyata tidak hanya sekedar berkata permisi
satu kesatuan yang memecah diri jadi serpih-serpih mungil
timbulkan percik sinar di mata…mungkin juga tetes air
hari ini aku disini, besok mungkin tidak
hari ini aku, besok mungkin bukan

20 November 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s